Pijakkan kaki didataran terjal dari tahun ke tahun dari tempatmu masing-masing, juga aku dari tempatku sendiri, tempat yg maaf__ku pilih sendiri.
Apa doa yg kau pilih? Aku mohon supaya Indonesia mulai menemukan akal sehatnya, semoga proses anti pembodohan dibantu oleh para Malaikat, semoga demokratisasi tidak terlalu tahayul, semoga para pemimpin Islam selamat dari atmosfer “shummumbukmun“, serta semoga semua manusia dan kelompok-kelompok manusia dibimbing menemukan “kebenaran yang sejati” dalam “ilallah” yang sesunguh-sungguhnya.
Gusti Allah, kami makhluk yang Engkau istimewakan, namun yang kami himpun adalah kebodohan. Tak sanggup kami temukan “laa ilaaha” ketika berada di pasar, di kantor, di toko- toko, di bioskop, di mana sajan sehingga “ilallah” kami pun kacau balau. Gusti Allah, sampai hari ini pun belum kami masuki surah Al- Ikhlas-Mu dalam kehidupan sehari-hari, dalam politik, dalam kebudayaan, hukum, ekonomi, dan nurani. Kami ini manusia pra-Ibrahim.



